DIBALIK kesuksesan seorang suami dalam jabatannya, pasti ada seorang istri nan tangguh memberikan sepenuh hati suportnya untuk kemajuan sang suami.
Hal itulah yang dilakukan Elok Damayanti terhadap suaminya, Bridgen Wahyu Indra Pramugari.
Sebagai seorang istri nomor satu di kepolisian daerah Sumatra Barat dia terus mengembangkan potensi diri dengan belajar. "Tidak ada batasan umur untuk belajar mengembangkan potensi diri yang ada," ucap Elok yang terus melanjutkan pendidikan DIII Sekretaris di Semarang setelah menikah dengan Bridgen Wahyu Indra Pramugari.
"Suami selalu memberikan suport kepada saya untuk melanjutkan pendidikan kembali. Begitu pula saya juga memberikan suport dan dukungan penuh kepada suami saya. Dengan cara saya berusaha mengembangkan potensi sendiri dengan membaca. Sebab dengan membaca kita dapat menambah wawasan kita," kata Elok baru masuk dalam organisasi setelah menyandang status nyonya Wahyu Indra Pramugari.
Baginya walaupun dia hanya sebagai seorang ibu rumah tangga dan istri dari seorang di kepolisian. Tak ada salahnya terus mengembangkan potensi diri dengan belajar. Belajar bisa didapat dari kehidupan sehari-hari ataupun melalui buku. Hal itulah yang coba diterapkan Elok terhadap ibu-ibu Bhayangkara lainnya di Sumatra Barat.
Baginya belajar tidak hanya dibangku pendidikan formal, melainkan informal.
"Saya banyak sekali menambah wawasan dari alam. Saya suka sekali dengan filosofi tanah," ucap Elok yang gemar membaca.
Dia memberikan contoh tentang filosofi tanah. Tanah merupakan sumber kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan. Tidak ada tanah, dimana manusia dan hewan akan berpijak dan berjalan. Begitupula jika tidak ada tanah, tumbuhan seperti padi ataupun rumput yang tumbuh. Sehingga manusia dan hewan tak bakalan bisa hidup. Selain itu, filosifi tanah bisa diartikan walaupun berada dibawah dan diinjak manusia dan hewan, dia tidak pernah marah dan mengeluh.
Dengan penuh kasih sayang, memberikan penghidupan untuk manusia dan hewan. Walaupun tanah kaya dengan unsur haranya untuk menyuburkan tanaman, dia tidak pernah sombong dan angkuh. Dengan begitu, dibaliknya tersimpan kesederhanaan sehingga terpancar keindahan. Jikalau diterapkan terhadap manusia, enner beauty. Nah, Elok terus belajar dari filosofi tanah tersebut.
Apabila sudah berada diatas, jangan pernah sombong dan angkuh.
Tak hanya itu, jangan pula minder dengan segala keterbatasan sebagai ibu rumah tangga. Teruslah belajar guna memberikan motivasi terhadap suami dalam pekerjaannya. Motivasi tersebut diperoleh dengan belajar dan belajar. Walaupun kini, Elok sudah berhasil menjadi seorang istri dan ibu bagi Dhira dan Sima, yang kini duduk dibangku kuliah, ia tidak pernah menyerah untuk terus mengembangkan potensi diri.
"Jangan pernah puas, lalu berhenti untuk belajar. Teruslah menambah wawasan kita," ucap Elok selalu memberikan motivasi untuk kemajuan karir sang suami.
Jikalau, sang suami mengalami masalah dalam pekerjaan, dia adalah seorang istri yang mendengarkan curahan hati sang suami. Kemudian dia berusaha tenang. Jikalau kita panik, tentu sang suami bakalan panik dengan masalahnya.
"Jikalau suami mengalami masalah saya berusaha untuk tenang. Dengan ketenangan hati, kita dapat menyelesaikan masalah. Berdoa kepada Allah, agar dilapangan dan dimudahkan segala masalah dan urusan sang suami," ucap Elok mengakhir perbincangan dengan Singgalang. (Foto & Narasi : Lenggogeni)